Nabi (ﷺ) bersabda, "Ad-Dajjal akan datang dan berkemah di tempat yang dekat dengan Madinah dan kemudian Madinah akan bergetar tiga kali di mana setiap () dan orang munafik akan keluar (dari Madinah) ke arahnya."
Bencana dan Akhir Dunia - Sahih al-Bukhari 7124
Nabi (ﷺ) bersabda, "Ad-Dajjal akan datang dan berkemah di tempat dekat Madinah, kemudian Madinah akan berguncang tiga kali, sehingga setiap Kafir (orang kafir) dan munafik akan keluar (dari Madinah) menuju kepadanya."
Komentar tentang Hadis
Hadis mulia ini mengungkapkan salah satu tanda besar sebelum Hari Kiamat - kemunculan Al-Masih Palsu (Al-Masih ad-Dajjal). Nabi memberitahu kita bahwa Dajjal akan mendekati Madinah, kota yang bercahaya, tetapi tidak akan dapat memasukinya, karena malaikat menjaga gerbangnya.
Tiga guncangan Madinah mewakili mekanisme pemurnian ilahi. Seperti emas dimurnikan melalui api, Madinah akan dimurnikan melalui guncangan ini, mengusir semua munafik dan orang kafir yang telah menyembunyikan sifat asli mereka. Ini menunjukkan perlindungan Allah atas kota Rasul-Nya.
Ketertarikan munafik kepada Dajjal mengungkapkan korespondensi antara ketidakpercayaan batin dan kesesatan lahir. Hati mereka, yang sudah condong pada kepalsuan, secara alami akan tertarik pada penipu terbesar. Ini berfungsi sebagai peringatan untuk memurnikan hati kita dari kemunafikan dan memperkuat iman kita.
Wawasan Ilmiah
Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa kesucian Madinah mencegah masuknya Dajjal, dan guncangan berfungsi sebagai sarana untuk membedakan orang beriman dari munafik.
Imam al-Qurtubi mencatat bahwa hadis ini menekankan pentingnya tinggal di Madinah dan perlindungan khusus yang Allah berikan kepada kota Nabi-Nya.
Para ulama menyoroti bahwa proses pemurnian ini memastikan hanya orang beriman sejati yang tetap berada di Madinah selama ujian terakhir ini, menunjukkan kebijaksanaan di balik ketetapan ilahi di masa kesengsaraan besar.