حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلاً عَنِ الدَّجَّالِ، فَكَانَ فِيمَا يُحَدِّثُنَا بِهِ أَنَّهُ قَالَ ‏"‏ يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ، فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهْوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ، فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيثَهُ، فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ، هَلْ تَشُكُّونَ فِي الأَمْرِ فَيَقُولُونَ لاَ‏.‏ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ‏.‏ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Anas bin Malik

Nabi (ﷺ) bersabda, "Ad-Dajjal akan datang ke Madinah dan menemukan malaikat yang menjaganya. Maka insya Allah, baik Ad-Dajjal, maupun wabah tidak akan bisa mendekatinya."

Comment

Teks Hadis

Nabi (ﷺ) bersabda, "Ad-Dajjal akan datang ke Madinah dan menemukan para malaikat yang menjaganya. Maka, insya Allah, baik Ad-Dajjal maupun wabah tidak akan dapat mendekatinya."

Referensi Sumber

Sahih al-Bukhari 7134

Komentar tentang Perlindungan Madinah

Hadis mulia ini menetapkan perlindungan ilahi yang diberikan kepada kota Madinah, kota Rasulullah (ﷺ). Para malaikat berdiri sebagai penjaga di gerbangnya, membentuk penghalang yang tak tertembus terhadap fitnah terbesar, Ad-Dajjal, dan terhadap wabah mematikan.

Ini adalah kehormatan khusus yang diberikan kepada Madinah, membedakannya dari semua kota lain. Syarat "insya Allah" mengajarkan kita untuk selalu menggabungkan keyakinan kita pada teks-teks ilahi dengan ketundukan sepenuhnya pada kehendak Allah, menegaskan bahwa semua urusan adalah berdasarkan ketetapan-Nya.

Sifat Pencegahan Ad-Dajjal

Ad-Dajjal, sang Mesias Palsu, akan memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesatkan orang, namun dia akan sama sekali tidak berdaya di hadapan benteng spiritual Madinah. Dia akan melihat para malaikat dalam bentuk yang terlihat olehnya, mencegah masuknya. Ini menunjukkan bahwa perlindungan sejati datang bukan dari penghalang fisik tetapi dari ketetapan ilahi Allah dan penjaga surgawi.

Penggabungan Ad-Dajjal dan wabah dalam larangan yang sama menunjukkan bahwa keduanya termasuk di antara bencana terbesar dari mana penduduk Madinah secara khusus dilindungi karena kesucian kota Nabi dan berkah tempat tinggalnya di sana.

Wawasan Ilmiah

Imam Ibn Hajar al-Asqalani berkomentar dalam Fath al-Bari bahwa perlindungan ini adalah manifestasi rahmat Allah kepada penduduk Madinah, menghormati kota di mana Islam menjadi mapan dan dari mana ia menyebar.

Para ulama mencatat bahwa hadis ini memberikan kenyamanan yang besar bagi orang-orang beriman, mengetahui bahwa bahkan selama kesulitan di akhir zaman, tetap ada tempat perlindungan yang dilindungi oleh ketetapan ilahi. Ini juga menekankan status khusus Madinah dalam eskatologi Islam.