Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Akan ada penderitaan (dalam waktu dekat) di mana orang yang duduk akan lebih baik daripada yang berdiri, dan yang berdiri akan lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan akan lebih baik daripada yang berjalan, dan siapa yang akan mengekspos dirinya pada penderitaan itu, mereka akan menghancurkannya. Jadi siapa pun yang dapat menemukan tempat perlindungan atau perlindungan dari mereka, harus berlindung di dalamnya."
Sifat Pendekatan Bencana
Hadis yang mendalam dari Sahih al-Bukhari (7081) ini menggambarkan peningkatan keparahan ujian masa depan di mana tingkat keterlibatan yang meningkat membawa bahaya yang lebih besar. Nabi ﷺ menggunakan gradasi yang kuat: duduk lebih aman daripada berdiri, berdiri lebih aman daripada berjalan, dan berjalan lebih aman daripada berlari - mengilustrasikan bahwa ketika seseorang menjadi lebih aktif terlibat dalam fitnah ini, paparan mereka terhadap bahaya meningkat secara eksponensial.
Interpretasi Ulama tentang Hirarki
Ulama klasik menjelaskan bahwa "duduk" mengacu pada keterlepasan total dan tetap di rumah, "berdiri" menunjukkan keterlibatan ringan, "berjalan" menandakan partisipasi aktif, sementara "berlari" mewakili pengejaran antusias terhadap bencana ini. Ibn Hajar al-Asqalani berkomentar dalam Fath al-Bari bahwa hirarki ini menunjukkan prinsip paparan bertahap terhadap bahaya.
Al-Qurtubi menekankan bahwa hadis ini menetapkan prinsip Islam fundamental: ketika perselisihan sipil muncul, kewajiban orang beriman adalah menghindari keterlibatan dan mencari perlindungan daripada terlibat dalam konflik meragukan di mana kebenaran dan kepalsuan tercampur.
Kewajiban Mencari Perlindungan
Bagian akhir mengandung perintah tegas: "siapa pun yang akan memaparkan dirinya pada penderitaan ini, mereka akan menghancurkannya." Ulama sepakat bahwa ini merupakan peringatan keras terhadap keterlibatan sukarela dalam fitnah. Kehancuran yang disebutkan mencakup korupsi spiritual dan bahaya fisik.
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam komentarnya bahwa "mencari perlindungan" mencakup perlindungan fisik di lokasi aman dan perlindungan spiritual melalui peningkatan pengabdian, menghindari hal-hal meragukan, dan berpegang teguh pada ajaran Islam otentik selama masa kebingungan.
Aplikasi Kontemporer
Ulama modern menarik paralel antara nubuat ini dan skenario kontemporer termasuk konflik sektarian, pertempuran ideologis, dan kontroversi yang digerakkan media di mana Muslim didorong untuk berhati-hati daripada keterlibatan impulsif.
Kebijaksanaan abadi dari ajaran ini dari "Bencana dan Akhir Dunia" dalam Sahih al-Bukhari mengingatkan orang beriman bahwa pelestarian iman dan kehidupan selama masa ujian itu sendiri adalah tindakan ibadah dan kebijaksanaan.