Bagaimana Wahyu Ilahi diturunkan dan apa yang pertama kali diwahyukan Sahih al-Bukhari 4981

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلاَّ أُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Huraira

Rasulullah ( ﷺ ) bersabda, "Setiap Nabi diberi mukjizat yang karenanya orang-orang beriman, sedangkan mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu Ilahi yang diturunkan Allah kepadaku. Maka aku berharap agar para pengikutku akan lebih banyak jumlahnya daripada para pengikut para Nabi lainnya pada Hari Kiamat."