حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ وَأَخْبَرَنِي ابْنُ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ، وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتُنْفِقُنَّ كُنُوزَهُمَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Imran bin Husain

Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Mereka berjalan pada malam hari hingga ketika fajar hampir tiba, mereka berhenti untuk beristirahat, lalu mata mereka terasa berat dan tertidur sampai matahari naik. Orang yang pertama kali terbangun dari tidurnya adalah Abu Bakar. Mereka biasa tidak membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Kemudian Umar terbangun, lalu Abu Bakar duduk di dekat kepalanya dan bertakbir dengan suara keras hingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan mengimami kami salat Subuh. Seorang laki-laki dari kaum itu menyendiri dan tidak salat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, "Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama kami?" Dia menjawab, "Aku terkena junub." Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan debu yang suci, lalu dia salat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menempatkan aku di atas kendaraan di hadapan beliau. Kami sangat kehausan. Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba (tempat air). Kami bertanya kepadanya, "Di mana air?" Dia menjawab, "Tidak ada air." Kami bertanya, "Berapa jarak antara keluargamu dan air?" Dia menjawab, "Satu hari satu malam." Kami berkata, "Pergilah kepada Rasulullah." Dia berkata, "Apa itu Rasulullah?" Kami tidak membiarkannya hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia menceritakan kepadanya seperti yang dia ceritakan kepada kami, hanya saja dia mengatakan kepada beliau bahwa dia adalah seorang perempuan yang memiliki anak yatim. Beliau memerintahkan kedua geribanya, lalu beliau mengusap pada mulut geriba tersebut. Maka kami minum, meskipun kami kehausan, empat puluh orang, sampai kami puas. Kami mengisi setiap geriba dan tempat air yang kami bawa, namun kami tidak memberi minum seekor unta pun, dan geriba itu hampir pecah karena penuh. Kemudian beliau bersabda, "Bawalah apa yang kalian miliki." Maka mereka mengumpulkan untuknya potongan-potongan roti dan kurma hingga dia kembali kepada keluarganya. Dia berkata, "Aku telah bertemu dengan manusia yang paling pandai sihir, atau dia seorang nabi sebagaimana mereka klaim." Maka Allah memberi petunjuk kepada kaum itu melalui wanita tersebut, lalu dia masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.