Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 4637

Firman Allah: “Katakanlah (wahai Muhammad ﷺ): “Sesungguhnya apa yang telah dilarang oleh Tuhanku adalah Al-Fawah (dosa besar, segala jenis hubungan seksual yang haram) baik yang dilakukan secara terbuka maupun rahasia.” (AYAT 7:33)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ، وَرَفَعَهُ‏.‏ قَالَ ‏"‏لاَ أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ، فَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلاَ أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمِدْحَةُ مِنَ اللَّهِ، فَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Tidak ada yang lebih memahami ghaira daripada Allah, dan karena ini Dia mengharamkan dosa-dosa yang memalukan baik yang dilakukan secara terbuka maupun diam-diam, dan tidak ada yang lebih suka dipuji daripada Allah, dan itulah sebabnya Dia memuji diri-Nya sendiri.”