Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 4501

“Wahai orang-orang yang beriman! Berpuasa telah ditentukan bagimu seperti yang telah ditentukan bagi orang-orang sebelum kamu supaya kamu menjadi Al-Muttaqun (QS 2:183).
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَ عَاشُورَاءُ يَصُومُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ قَالَ ‏"‏مَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ لَمْ يَصُمْهُ ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar

Puasa dirayakan pada hari 'Asyura' (yaitu tanggal 10 Muharram) oleh orang-orang dari Periode pra-Islam. Tetapi ketika (perintah wajib puasa) di bulan Ramadhan diturunkan, Nabi berkata, “Terserah seseorang untuk berpuasa di atasnya (yaitu hari 'Asyura') atau tidak.”