Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 4927
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَبِي عَائِشَةَ ـ وَكَانَ ثِقَةً ـ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الْوَحْىُ حَرَّكَ بِهِ لِسَانَهُ ـ وَوَصَفَ سُفْيَانُ ـ يُرِيدُ أَنْ يَحْفَظَهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ {لاَ تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ}
Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.
Al-Humaidi menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: Musa bin Abi Aisyah menceritakan kepada kami—ia seorang yang tepercaya—dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas (semoga Allah meridai keduanya). Ia berkata: “Apabila wahyu turun kepada Nabi (semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya), beliau menggerakkan lidahnya untuk mengikutinya—Sufyan memperagakannya—karena ingin menghafalnya. Lalu Allah menurunkan ayat, ‘Janganlah engkau gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.’”