حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم جَاءَهُ جَاءٍ فَقَالَ أُكِلَتِ الْحُمُرُ‏.‏ فَسَكَتَ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ أُكِلَتِ الْحُمُرُ‏.‏ فَسَكَتَ، ثُمَّ الثَّالِثَةَ فَقَالَ أُفْنِيَتِ الْحُمُرُ‏.‏ فَأَمَرَ مُنَادِيًا فَنَادَى فِي النَّاسِإِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَيَانِكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ‏.‏ فَأُكْفِئَتِ الْقُدُورُ، وَإِنَّهَا لَتَفُورُ بِاللَّحْمِ
Terjemahan
Narasi Anas bin Malik

Seseorang datang kepada Rasulullah (ﷺ) dan berkata, “Keledai-keledai itu telah dimakan (oleh umat Islam).” Nabi tetap diam. Kemudian orang itu datang lagi dan berkata, “Keledai-keledai sudah dimakan.” Nabi (ﷺ) tetap diam. Orang itu datang kepadanya untuk ketiga kalinya dan berkata, “Keledai-keledai telah habis.” Pada saat itu Nabi (ﷺ) memerintahkan seorang penyiar untuk mengumumkan kepada orang-orang, “Allah dan Rasul-Nya melarang kamu makan daging keledai.” Kemudian panci masak menjadi kesal saat daging masih mendidih di dalamnya.