حَدَّثَنِي عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ عَامِرٍ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَأُغْمِيَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَ، فَجَعَلَتْ أُخْتُهُ عَمْرَةُ تَبْكِي وَاجَبَلاَهْ وَاكَذَا وَاكَذَا‏.‏ تُعَدِّدُ عَلَيْهِ فَقَالَ حِينَ أَفَاقَ مَا قُلْتِ شَيْئًا إِلاَّ قِيلَ لِي آنْتَ كَذَلِكَ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan An-Nu'man bin Bashir

Abdullah bin Rawaha jatuh pingsan dan saudara perempuannya `Amra mulai menangis dan berkata dengan keras, “Wahai Jabala! Oh begitu-dan-itu! Oh begitu-dan-itu! dan terus memanggilnya dengan sifat-sifatnya (baik) satu per satu). Ketika dia sadar, dia berkata (kepada saudara perempuannya), “Setiap kali Anda mengatakan sesuatu, saya ditanya, 'Apakah Anda benar-benar demikian (yaitu seperti yang dia katakan)?”