حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ لَمَّا قَسَمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قِسْمَةَ حُنَيْنٍ قَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ مَا أَرَادَ بِهَا وَجْهَ اللَّهِ. فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ، فَتَغَيَّرَ وَجْهُهُ ثُمَّ قَالَ "رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَى مُوسَى، لَقَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ "
Terjemahan
Narasi dari 'Abdullah
Ketika Nabi (ﷺ) membagikan rampasan perang Hunain, seorang pria dari Ansar berkata, “Dia (yaitu Nabi), tidak bermaksud menyenangkan Allah dalam pembagian ini.” Maka saya datang kepada Nabi (ﷺ) dan memberitahukan kepadanya (pernyataan) itu (pernyataan) yang kemudian warna wajahnya berubah dan dia berkata, “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Musa, karena dia menderita lebih dari ini, tetapi dia tetap sabar.”