Sihir dikerjakan pada Rasulullah (ﷺ) sehingga dia dulu berpikir bahwa dia melakukan hubungan seksual dengan istri-istrinya padahal dia sebenarnya tidak melakukannya (Sufyan berkata: Itu adalah jenis sihir yang paling sulit karena memiliki efek seperti itu). Kemudian suatu hari dia berkata, "Wahai 'Aisyah, apakah kamu tahu bahwa Allah telah mengajarkan kepadaku tentang hal yang aku tanyakan kepada-Nya? Dua pria datang kepadaku dan salah satu dari mereka duduk di dekat kepalaku dan yang lainnya duduk di dekat kakiku. Yang di dekat kepalaku bertanya kepada yang lain. Apa yang salah dengan pria ini?' Yang terakhir menjawab bahwa itu berada di bawah pengaruh sihir Yang pertama bertanya, Siapa yang telah menggunakan sihir padanya?' Yang lain menjawab Labid bin Al-A'sam, seorang pria dari Bani Zuraiq yang merupakan sekutu orang Yahudi dan seorang munafik." Yang pertama bertanya, Bahan apa yang dia gunakan)?' Yang lain menjawab, 'Sisir dan rambutnya menempel.' Yang pertama bertanya, 'Di mana (itu)?' Yang lain menjawab. 'Dalam kulit serbuk sari pohon kurma jantan yang disimpan di bawah batu di sumur Dharwan' '' Jadi Nabi (ﷺ) pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang-barang itu dan berkata, "Itu adalah sumur yang ditunjukkan kepadaku (dalam mimpi) Airnya tampak seperti infus daun Henna dan pohon kurmanya tampak seperti kepala iblis." Nabi (ﷺ) menambahkan, "Kemudian benda itu dikeluarkan' Aku berkata (kepada Nabi (ﷺ) "Mengapa kamu tidak memperlakukan dirimu dengan Nashra?" Dia berkata, "Allah telah menyembuhkan saya; Saya tidak suka membiarkan kejahatan menyebar di antara bangsa saya."
Komentar Hadis: Insiden Sihir
Riwayat ini dari Sahih al-Bukhari (5765) menggambarkan peristiwa penting di mana sihir dilakukan terhadap Nabi Muhammad (ﷺ). Sihir itu menyebabkan beliau membayangkan hubungan intim dengan istri-istrinya yang tidak terjadi, menunjukkan efek psikologis yang kuat dari sihir.
Analisis Ilmiah tentang Sihir
Ulama klasik menjelaskan bahwa insiden ini mengonfirmasi kenyataan sihir dan efek potensialnya, bahkan pada nabi. Sihir dilakukan menggunakan sisir dengan rambut Nabi - menetapkan larangan membuang rambut dan kuku secara sembarangan yang dapat digunakan untuk tujuan berbahaya.
Lokasi di bawah batu di sumur Dharwan menunjukkan bagaimana benda-benda sihir biasanya disembunyikan. Deskripsi air sumur dan pohon-pohon menunjukkan sifat menipu dari sihir - tampak menarik sementara mengandung kejahatan.
Intervensi Ilahi dan Penyembuhan
Allah mengutus dua malaikat untuk mengungkap detail sihir, menunjukkan perlindungan ilahi atas Rasul-Nya. Pengambilan benda-benda sihir oleh Nabi selanjutnya mengonfirmasi metode yang tepat untuk meniadakan sihir - secara fisik menghilangkan komponen materialnya.
Ketika Aisyah menyarankan Nashra (pengobatan tandingan sihir), Nabi menolak, menyatakan Allah telah menyembuhkannya. Ulama menjelaskan ini mengajarkan ketergantungan pada Allah daripada pengobatan tandingan sihir yang mungkin melibatkan syirik.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Hadis ini menetapkan larangan sihir sebagai kufur besar. Deskripsi penyihir Labid sebagai munafik menekankan ketidakcocokan sihir dengan iman sejati.
Kekhawatiran Nabi tentang "membiarkan kejahatan menyebar" menunjukkan prinsip Islam dalam mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas ketika menangani penyakit spiritual, lebih memilih solusi diam-diam yang mencegah normalisasi praktik berbahaya.