حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُمَىٍّ، مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا قَالَ الإِمَامُ ‏{‏غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ‏}‏ فَقُولُوا آمِينَ‏.‏ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ‏"‏‏.‏ تَابَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَنُعَيْمٌ الْمُجْمِرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Katakanlah Amin ketika Imam berkata 'Ghairi l-maghdubi 'alaihim wala d-daalleen' (bukan jalan orang-orang yang mendapatkan Kemarahan-Mu (seperti orang Yahudi) atau orang-orang yang tersesat (seperti orang Kristen)); semua dosa masa lalu dari orang yang perkataannya (tentang Amin) bertepatan dengan dosa para malaikat, akan diampuni".

Comment

Komentar Hadis: Keutamaan Mengucapkan 'Amin'

Hadis mulia ini dari Sahih al-Bukhari (Kitab: Seruan untuk Shalat, Hadis: 782) mengungkapkan hikmah mendalam mengenai shalat berjamaah dan pembacaan Surah al-Fatihah.

Waktu dan Signifikansi

Nabi (ﷺ) memerintahkan kita untuk mengucapkan "Amin" segera setelah Imam menyelesaikan ayat "Ghairi l-maghdubi `alaihim wala d-daalleen." Waktu ini sangat penting karena mewakili doa bersama di mana jamaah mencari penerimaan Allah.

Kata "Amin" berarti "Ya Allah, terimalah doa kami" - itu adalah cap konfirmasi pada doa yang dibacakan dalam al-Fatihah, di mana kita meminta petunjuk ke jalan yang lurus.

Kesesuaian Malaikat

Janji luar biasa pengampunan dosa masa lalu diberikan kepada mereka yang "Amin" -nya bertepatan dengan malaikat. Para ulama menjelaskan ini merujuk pada kesesuaian temporal (mengucapkannya pada waktu yang tepat) dan keselarasan spiritual (mengucapkannya dengan kehadiran hati dan ketulusan).

Sinkronisasi ilahi antara alam duniawi dan surgawi ini menunjukkan hubungan mendalam antara doa penyembah dan dunia langit.

Tafsir Ayat

"Ghairi l-maghdubi `alaihim" merujuk pada mereka yang mengetahui kebenaran tetapi dengan sengaja menentangnya - dicontohkan oleh orang-orang Yahudi yang menolak Nabi Muhammad (ﷺ) meskipun memiliki pengetahuan kitab.

"Wala d-daalleen" merujuk pada mereka yang menyimpang dari kebenaran karena ketidaktahuan atau kesesatan - dicontohkan oleh orang-orang Kristen yang berlebihan dalam agama mereka melampaui batas yang tepat.

Dengan mengucapkan "Amin" setelah ayat ini, kita menegaskan keinginan kita untuk menghindari kedua ekstrem ini dan tetap teguh pada jalan lurus Islam.

Keputusan Hukum dan Praktik

Para ulama sepakat bahwa mengucapkan "Amin" setelah al-Fatihah dalam shalat adalah Sunnah yang dikonfirmasi (tradisi yang ditekankan). Itu harus diucapkan dengan keras dalam shalat di mana bacaan terdengar dan diam jika tidak.

Praktik ini menghubungkan setiap shalat dengan perjanjian primordial dan ibadah langit yang terus-menerus, mengingatkan orang beriman akan tempat mereka dalam tatanan kosmik pengabdian kepada Allah.