Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 790

Untuk meletakkan tangan (telapak tangan) di kedua lutut sambil membungkuk.
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، قَالَ سَمِعْتُ مُصْعَبَ بْنَ سَعْدٍ، يَقُولُصَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ أَبِي فَطَبَّقْتُ بَيْنَ كَفَّىَّ ثُمَّ وَضَعْتُهُمَا بَيْنَ فَخِذَىَّ، فَنَهَانِي أَبِي وَقَالَ كُنَّا نَفْعَلُهُ فَنُهِينَا عَنْهُ، وَأُمِرْنَا أَنْ نَضَعَ أَيْدِيَنَا عَلَى الرُّكَبِ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Mus'ab bin Sa'd

Abu al-Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari Abu Ya'fur, dia berkata: Aku mendengar Mush'ab bin Sa'd berkata: Aku salat di samping ayahku, lalu aku merapatkan kedua telapak tanganku dan meletakkannya di antara kedua pahaku. Ayahku melarangku dan berkata: Kami dahulu juga melakukan itu, tetapi kami dilarang darinya dan diperintahkan untuk meletakkan tangan di atas lutut.