Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 832, 833
Doa di hadapan Taslim
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَيَدْعُو فِي الصَّلاَةِ " اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ ". فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ فَقَالَ " إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ". وَعَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَعِيذُ فِي صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha
Aisyah, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan: Rasulullah ﷺ biasa berdoa dalam salatnya: “Allahumma, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Allahumma, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Seseorang bertanya kepadanya, “Mengapa engkau sering berlindung kepada Allah dari utang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya jika seseorang berutang, dia berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” Aisyah—semoga Allah meridainya—juga berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ dalam salatnya berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.
Doa Perlindungan Komprehensif
Narasi mendalam dari Sahih al-Bukhari (Hadis 832, 833) ini mengungkapkan doa komprehensif Nabi untuk perlindungan dari ujian spiritual dan duniawi. Doa ini mencakup perlindungan dari azab kubur, ujian Dajjal, cobaan hidup dan mati, dosa, dan hutang.
Mencari Perlindungan dari Hutang
Seringnya Nabi mencari perlindungan dari hutang menunjukkan konsekuensi spiritual yang serius. Seperti yang dijelaskannya, hutang menyebabkan berbicara dusta dan melanggar janji - dua dosa besar yang merusak karakter dan iman seseorang.
Para ulama mencatat bahwa hutang menciptakan kerentanan spiritual, memaksa penghutang ke dalam situasi kompromi yang dapat menyebabkan ketidakjujuran. Penekanan Nabi mengajarkan umat Islam untuk menghindari hutang yang tidak perlu dan mencari perlindungan Allah dari efek berbahayanya.
Perlindungan dari Ujian Dajjal
Penyebutan khusus mencari perlindungan dari "fitnati l-masihi d-dajjal" (cobaan Mesias palsu) menyoroti keseriusan ujian akhir zaman ini. Komentator klasik menekankan bahwa ini menunjukkan penipuan Dajjal akan menjadi ujian iman terbesar sebelum Hari Kiamat.
Dengan memasukkan ini dalam doa-doa rutinnya, Nabi mengajarkan umatnya untuk terus-menerus mencari perlindungan ilahi dari ujian iman tertinggi ini yang akan menantang bahkan orang beriman terkuat sekalipun.
Kebijaksanaan Pencarian Komprehensif
Doa ini mencakup perlindungan di dunia ini dan akhirat - dari ujian spiritual (Dajjal), ujian fisik (hidup dan mati), dan ujian sosial (hutang). Para ulama mencatat bahwa ini mengajarkan orang beriman untuk mencari perlindungan Allah dalam semua aspek kehidupan.
Praktik Nabi yang secara teratur melafalkan ini selama shalat menunjukkan pentingnya menjadikan perlindungan komprehensif dari segala bentuk kejahatan sebagai praktik spiritual yang konsisten.