حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلاَةِ ‏"‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ ‏"‏‏.‏ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ فَقَالَ ‏"‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏"‏‏.‏ وَعَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَعِيذُ فِي صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha

(istri Nabi) Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa berdoa kepada Allah dalam shalat dengan mengatakan "Allahumma inni a'udhu bika min 'adhabi l-qabr, wa a'udhu bika min fitnati l-masihi d-dajjal, wa a'udhu bika min fitnati l-mahya wa fitnati l-mamat. Allahumma inni a'udhu bika mina l-ma'thami wa l-maghram. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari penderitaan penipu Mesias, dan dari penderitaan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang)." Seseorang berkata kepadanya, "Mengapa engkau begitu sering berlindung kepada Allah dari hutang?" Nabi (صلى الله عليه وسلم) menjawab, "Seseorang yang berhutang berbohong setiap kali dia berbicara, dan mengingkari janji setiap kali dia berjanji." 'Aisyah juga meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dalam shalatnya mencari perlindungan kepada Allah dari penderitaan Ad-Dajjal.

Comment

Doa Perlindungan Komprehensif

Narasi mendalam dari Sahih al-Bukhari (Hadis 832, 833) ini mengungkapkan doa komprehensif Nabi untuk perlindungan dari ujian spiritual dan duniawi. Doa ini mencakup perlindungan dari azab kubur, ujian Dajjal, cobaan hidup dan mati, dosa, dan hutang.

Mencari Perlindungan dari Hutang

Seringnya Nabi mencari perlindungan dari hutang menunjukkan konsekuensi spiritual yang serius. Seperti yang dijelaskannya, hutang menyebabkan berbicara dusta dan melanggar janji - dua dosa besar yang merusak karakter dan iman seseorang.

Para ulama mencatat bahwa hutang menciptakan kerentanan spiritual, memaksa penghutang ke dalam situasi kompromi yang dapat menyebabkan ketidakjujuran. Penekanan Nabi mengajarkan umat Islam untuk menghindari hutang yang tidak perlu dan mencari perlindungan Allah dari efek berbahayanya.

Perlindungan dari Ujian Dajjal

Penyebutan khusus mencari perlindungan dari "fitnati l-masihi d-dajjal" (cobaan Mesias palsu) menyoroti keseriusan ujian akhir zaman ini. Komentator klasik menekankan bahwa ini menunjukkan penipuan Dajjal akan menjadi ujian iman terbesar sebelum Hari Kiamat.

Dengan memasukkan ini dalam doa-doa rutinnya, Nabi mengajarkan umatnya untuk terus-menerus mencari perlindungan ilahi dari ujian iman tertinggi ini yang akan menantang bahkan orang beriman terkuat sekalipun.

Kebijaksanaan Pencarian Komprehensif

Doa ini mencakup perlindungan di dunia ini dan akhirat - dari ujian spiritual (Dajjal), ujian fisik (hidup dan mati), dan ujian sosial (hutang). Para ulama mencatat bahwa ini mengajarkan orang beriman untuk mencari perlindungan Allah dalam semua aspek kehidupan.

Praktik Nabi yang secara teratur melafalkan ini selama shalat menunjukkan pentingnya menjadikan perlindungan komprehensif dari segala bentuk kejahatan sebagai praktik spiritual yang konsisten.