حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ رَأَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ، وَهْوَ يُصَلِّي بَيْنَ يَدَىِ النَّاسِ، فَحَتَّهَا ثُمَّ قَالَ حِينَ انْصَرَفَ ‏"‏إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ، فَلاَ يَتَنَخَّمَنَّ أَحَدٌ قِبَلَ وَجْهِهِ فِي الصَّلاَةِ ‏"‏‏.‏ رَوَاهُ مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ وَابْنُ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ نَافِعٍ
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Laits, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa dia berkata: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) melihat dahak di arah kiblat masjid, sedangkan beliau sedang shalat di hadapan orang-orang. Maka beliau mengeriknya, kemudian ketika selesai shalat beliau bersabda: "Sesungguhnya apabila salah seorang dari kalian sedang shalat, maka sesungguhnya Allah berada di hadapan wajahnya. Maka janganlah salah seorang dari kalian meludah ke arah hadapannya ketika shalat." Diriwayatkan oleh Musa bin 'Uqbah dan Ibnu Abi Rawwad dari Nafi'.