Apa yang dikatakan tentang pasar Sahih al-Bukhari 2123, 2124

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ، حَدَّثَنَا مُوسَى، عَنْ نَافِعٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ عُمَرَ، أَنَّهُمْ كَانُوا يَشْتَرُونَ الطَّعَامَ مِنَ الرُّكْبَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَيَبْعَثُ عَلَيْهِمْ مَنْ يَمْنَعُهُمْ أَنْ يَبِيعُوهُ حَيْثُ اشْتَرَوْهُ، حَتَّى يَنْقُلُوهُ حَيْثُ يُبَاعُ الطَّعَامُ‏.‏ قَالَ وَحَدَّثَنَا ابْنُ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْيُبَاعَ الطَّعَامُ إِذَا اشْتَرَاهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ‏.‏
Terjemahan
Narasi Nafi`

Ibnu Umar mengatakan kepada kami bahwa orang-orang biasa membeli makanan dari karavan pada masa hidup Nabi. Nabi (saw) melarang mereka untuk menjualnya di tempat mereka membelinya (tetapi mereka harus menunggu) sampai mereka membawanya ke pasar tempat makanan dijual. Ibnu Umar berkata, “Nabi (saw) juga melarang penjualan kembali bahan makanan oleh seseorang yang telah membelinya kecuali dia menerimanya dengan ukuran yang tepat.”