Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 2140

Teks hadis bahasa Arab

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ، وَلاَ تَنَاجَشُوا، وَلاَ يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، وَلاَ تَسْأَلُ الْمَرْأَةُ طَلاَقَ أُخْتِهَا لِتَكْفَأَ مَا فِي إِنَائِهَا‏.‏

Terjemahan

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang, “Orang kota menjualkan barang untuk orang desa; kalian melakukan penawaran palsu; seorang lelaki melakukan transaksi di atas transaksi saudaranya atau melamar perempuan yang telah dilamar saudaranya; dan seorang perempuan meminta agar madunya diceraikan supaya ia dapat mengambil tempatnya dan apa yang ada di dalam wadahnya.”