Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 5142

Tidak seorang pun boleh meminta tangan seorang wanita yang sudah bertunangan dengan saudaranya (Muslim)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا، يُحَدِّثُ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ كَانَ يَقُولُ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْيَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ، أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar

Nabi (ﷺ) memutuskan bahwa seseorang tidak boleh mencoba membatalkan tawar-menawar yang telah disepakati antara beberapa orang lain (dengan menawarkan harga yang lebih besar). Dan seorang pria tidak boleh meminta tangan seorang gadis yang sudah bertunangan dengan saudara Muslimnya, kecuali pelamar pertama menyerahkannya, atau mengizinkannya untuk meminta tangannya.