Nabi (ﷺ) berkata, “Aku berdiri di pintu surga dan melihat bahwa mayoritas orang yang masuk surga adalah orang miskin, sedangkan orang kaya dihentikan di pintu gerbang (untuk catatan). Dan penghuni neraka diperintahkan untuk dibawa ke neraka. Kemudian aku berdiri di pintu neraka dan melihat bahwa mayoritas orang-orang yang memasukinya adalah perempuan.”
Teks Hadis
Nabi (ﷺ) bersabda, "Aku berdiri di gerbang Surga dan melihat bahwa mayoritas orang yang memasukinya adalah orang miskin, sementara orang kaya dihentikan di gerbang (untuk perhitungan). Tetapi penghuni Neraka diperintahkan untuk dibawa ke Neraka. Kemudian aku berdiri di gerbang Neraka dan melihat bahwa mayoritas yang memasukinya adalah wanita."
Komentar Ilmiah
Riwayat mendalam dari Sahih al-Bukhari 5196 ini mengungkapkan beberapa realitas spiritual yang penting. Preferensi untuk orang miskin dalam masuk Surga menunjukkan bahwa kekayaan duniawi sering mengalihkan perhatian dari persiapan spiritual, sementara kemiskinan menumbuhkan ketergantungan pada Allah dan keterlepasan dari ikatan duniawi.
Orang kaya yang ditahan untuk perhitungan mencerminkan tanggung jawab dan pengawasan yang lebih besar bagi mereka yang diberkati dengan sarana materi, yang harus mempertanggungjawabkan cara mereka memperoleh dan mendistribusikan kekayaan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Mengenai wanita yang menjadi mayoritas di Neraka, ulama klasik seperti Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini merujuk pada wanita yang tidak bersyukur yang menolak kebaikan dan nikmat suami mereka. Imam Qurtubi memperjelas bahwa ini berkaitan khusus dengan istri yang tidak patuh yang menunjukkan ketidaksyukuran atas perlakuan baik, bukan wanita secara universal.
Hadis ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat untuk introspeksi diri - bagi orang kaya untuk memeriksa kewajiban finansial mereka, dan bagi wanita untuk menumbuhkan rasa syukur dan perilaku yang tepat dalam hubungan pernikahan seperti yang ditekankan sepanjang bab tentang Perkawinan dan Pernikahan (Nikaah) dalam Sahih al-Bukhari.