Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 3674
Aku berwudu di rumahku kemudian keluar, lalu aku berkata: “Aku sungguh akan selalu menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan akan bersamanya pada hariku ini.” Aku datang ke masjid lalu bertanya tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berkata: “Beliau telah keluar dan menuju ke arah sini.” Maka aku keluar mengikuti jejaknya sambil bertanya tentang beliau, hingga beliau masuk ke sumur Aris.
Aku duduk di dekat pintu, sedangkan pintunya terbuat dari pelepah kurma, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai menunaikan hajatnya lalu berwudu. Maka aku bangkit menuju beliau, ternyata beliau sedang duduk di sumur Aris di tengah bibir sumurnya, menyingkap kedua betisnya dan menjulurkan keduanya ke dalam sumur. Aku memberi salam kepadanya kemudian pergi, lalu aku duduk di dekat pintu dan berkata: “Hari ini aku sungguh akan menjadi penjaga pintu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Lalu Abu Bakr datang dan mendorong pintu. Aku berkata: “Siapa ini?” Ia berkata: “Abu Bakr.” Aku berkata: “Tunggulah sebentar.” Kemudian aku pergi lalu berkata: “Wahai Rasulullah, ini Abu Bakr meminta izin untuk masuk.” Beliau bersabda: “Izinkanlah dia dan berilah dia kabar gembira dengan surga.” Aku kembali hingga aku berkata kepada Abu Bakr: “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberimu kabar gembira dengan surga.” Maka Abu Bakr masuk lalu duduk di sebelah kanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersamanya di bibir sumur, dan menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, serta menyingkap kedua betisnya.
Kemudian aku kembali lalu duduk, padahal aku telah meninggalkan saudaraku yang sedang berwudu dan akan menyusulku, lalu aku berkata: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi Fulan — ia maksudkan saudaranya — niscaya Dia akan mendatangkannya.” Tiba-tiba ada seseorang menggerakkan pintu. Aku berkata: “Siapa ini?” Ia berkata: “Umar ibn al-Khaththab.” Aku berkata: “Tunggulah sebentar.” Kemudian aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu memberi salam kepadanya dan berkata: “Ini Umar ibn al-Khaththab meminta izin untuk masuk.” Beliau bersabda: “Izinkanlah dia dan berilah dia kabar gembira dengan surga.” Aku datang lalu berkata: “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberimu kabar gembira dengan surga.” Maka ia masuk lalu duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bibir sumur di sebelah kiri beliau, dan menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur.
Kemudian aku kembali lalu duduk, dan aku berkata: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi Fulan, niscaya Dia akan mendatangkannya.” Lalu datang seseorang menggerakkan pintu. Aku berkata: “Siapa ini?” Ia berkata: “Utsman ibn ‘Affan.” Aku berkata: “Tunggulah sebentar.” Aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu memberitahukan kepadanya. Beliau bersabda: “Izinkanlah dia dan berilah dia kabar gembira dengan surga disertai cobaan yang akan menimpanya.” Aku mendatanginya lalu berkata kepadanya: “Masuklah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberimu kabar gembira dengan surga disertai cobaan yang akan menimpamu.” Maka ia masuk lalu mendapati bibir sumur telah penuh, sehingga ia duduk berhadapan dengannya di sisi yang lain.
Sa’id ibn al-Musayyib berkata: “Aku menakwilkannya sebagai kuburan mereka.”