Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 890
Siapa pun yang membersihkan giginya dengan Siwak
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ قَالَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْدَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، وَمَعَهُ سِوَاكٌ يَسْتَنُّ بِهِ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ لَهُ أَعْطِنِي هَذَا السِّوَاكَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ. فَأَعْطَانِيهِ فَقَصَمْتُهُ ثُمَّ مَضَغْتُهُ، فَأَعْطَيْتُهُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَنَّ بِهِ وَهْوَ مُسْتَسْنِدٌ إِلَى صَدْرِي.
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha
Telah menceritakan kepada kami Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Bilal, dia berkata: Hisyam bin Urwah berkata: Ayahku mengabarkan kepadaku dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Abdurrahman bin Abu Bakar masuk dengan membawa siwak yang dia gunakan untuk bersiwak. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihatnya. Maka aku berkata kepadanya: "Berikanlah siwak ini kepadaku, wahai Abdurrahman." Maka dia memberikannya kepadaku, lalu aku mematahkannya, kemudian aku mengunyahnya, kemudian aku memberikannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersiwak dengannya dalam keadaan bersandar ke dadaku.
Komentar Hadis: Keutamaan Siwak
Riwayat ini dari Sahih al-Bukhari (890) menunjukkan pentingnya mendalam kebersihan mulut dalam Islam. Siwak (tongkat pembersih gigi) memiliki keutamaan signifikan, sebagai praktik yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Tindakan `Abdur-Rahman membersihkan giginya menunjukkan keteguhan para sahabat dalam mengikuti sunnah ini. Pandangan Nabi (ﷺ) kepadanya menyampaikan persetujuan dan keinginan, menunjukkan bahwa bahkan sahabat besar belajar dengan mengamati gerakan halus Nabi.
Wawasan Ilmiah
Tanggapan cepat `Aisyah (RA) dalam meminta siwak, membaginya, melunakkannya dengan mengunyah, dan menyerahkannya kepada Nabi (ﷺ) menggambarkan semangat para sahabat untuk melayaninya dan memfasilitasi praktik sunnahnya.
Nabi bersandar di dada `Aisyah saat melakukan ritual pemurnian ini menunjukkan keintiman dan kenyamanan hubungan mereka, dan menunjukkan bahwa ibadah dapat dilakukan dalam keadaan santai.
Hadis ini menetapkan siwak sebagai tindakan yang disarankan sepanjang hari, tidak hanya untuk shalat, dan menyoroti pentingnya kebersihan gigi sebagai bagian dari pemurnian tubuh keseluruhan (taharah) dalam Islam.
Keputusan Hukum yang Diambil
Menggunakan siwak adalah sunnah yang dikukuhkan (sunnah mu'akkadah), terutama sebelum shalat dan saat bangun tidur.
Kebolehan menggunakan siwak orang lain setelah pembersihan yang tepat, seperti yang ditunjukkan oleh `Aisyah mengunyahnya sebelum memberikannya kepada Nabi (ﷺ).
Tindakan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan kebutuhan dan keinginan orang-orang saleh, dan keutamaan melayani ulama dan individu yang saleh.