Nabi (ﷺ) ditanya, "Siapakah orang-orang terbaik?" Dia menjawab: Orang-orang dari generasiku, dan kemudian mereka yang akan mengikuti (datang setelah) mereka, dan kemudian mereka yang akan datang setelah yang kemudian; setelah itu akan datang beberapa orang yang kesaksiannya akan mendahului sumpah mereka dan sumpah mereka akan mendahului kesaksian mereka." Ibrahim (seorang sub-perawi) berkata, "Ketika kami masih muda, teman-teman kami yang lebih tua biasa melarang kami untuk bersumpah dengan mengatakan, 'Saya bersaksi bersumpah demi Allah, atau dengan Perjanjian Allah.''
Komentar Hadis: Keunggulan Generasi Awal
Hadis mulia ini dari Sahih al-Bukhari 6658 menetapkan hierarki spiritual generasi Muslim, dengan Sahabat sebagai yang paling utama, diikuti oleh Tabi'un, kemudian Tabi' al-Tabi'in. Nabi ﷺ secara khusus memuji tiga generasi pertama ini, yang masanya merupakan masa terbaik dalam sejarah Islam.
Peringatan Terhadap Generasi Korup Kemudian
Hadis ini kemudian memperingatkan tentang masa ketika kesaksian orang akan mendahului sumpah mereka dan sumpah akan mendahului kesaksian - menunjukkan keruntuhan dalam kejujuran dan kesadaran agama. Para ulama menjelaskan ini merujuk pada orang yang dengan sembrono bersumpah tanpa kebutuhan atau memberikan kesaksian dengan ringan tanpa verifikasi yang tepat.
Korupsi dalam memenuhi kesaksian dan sumpah agama ini mencerminkan penurunan umum dalam taqwa (kesadaran akan Allah) dan pengabaian terhadap kesucian pernyataan bersumpah.
Panduan Praktis dari Salaf
Pernyataan Ibrahim al-Nakha'i menunjukkan bagaimana Muslim awal memahami dan menerapkan ajaran ini. Mereka melarang pemuda dari sumpah sembrono dan bersumpah yang tidak pantas, mengajarkan mereka untuk menghormati nama dan perjanjian Allah.
Ini mencerminkan pendekatan komprehensif Salaf dalam membina etiket Islam yang tepat terkait sumpah dan kesaksian, memastikan pelestarian nilai-nilai agama pada generasi berikutnya.