Rasulullah (ﷺ) bersabda, "(Berikut ini) dua kata (kalimat atau ucapan) yang sangat mudah diucapkan lidah, dan sangat berat dalam keseimbangan (pahala), dan yang paling dicintai oleh Yang Maha Kuasa (Dan mereka adalah): Subhan Allahi wa bi-hamdihi; Subhan Allahi-l-'Adhim,"
Teks Hadis
Rasulullah (ﷺ) bersabda, "(Berikut adalah) dua kata (kalimat atau ucapan) yang sangat mudah diucapkan oleh lidah, dan sangat berat dalam timbangan (pahala), dan paling dicintai oleh Yang Maha Pengasih (Dan itu adalah): Subhan Allahi wa bi-hamdihi; Subhan Allahi-l-'Adhim,"
Referensi: Sahih al-Bukhari 6682 | Kitab: Sumpah dan Nazar
Terjemahan & Makna
"Subhan Allahi wa bi-hamdihi" berarti "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."
"Subhan Allahi-l-'Adhim" berarti "Maha Suci Allah, Yang Maha Agung."
Komentar Ilmiah
Dua frasa ini menggabungkan tasbih (menyatakan kesempurnaan Allah) dengan hamd (pujian) atau menekankan sifat-sifat-Nya yang agung. Para ulama menjelaskan bahwa beratnya dalam timbangan berasal dari penggabungan berbagai bentuk dzikir dalam pernyataan singkat.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani mencatat dalam Fath al-Bari bahwa frasa pertama menggabungkan peniadaan ketidaksempurnaan (tanzih) dengan penegasan kesempurnaan (ithbat), sementara yang kedua menekankan keagungan tertinggi Allah di luar semua pemahaman.
Kemudahan pengucapan dengan pahala besar menunjukkan rahmat Allah dalam menyediakan cara yang mudah untuk mendapatkan pahala spiritual besar, mendorong peringatan terus-menerus sepanjang aktivitas sehari-hari.
Keutamaan & Manfaat
Frasa-frasa ini menghapus dosa, meningkatkan derajat di Surga, dan termasuk di antara pernyataan yang paling dicintai Allah menurut teks hadis yang eksplisit.
Para ulama merekomendasikan pengulangan yang sering selama peringatan pagi dan sore, setelah shalat, dan sepanjang hari karena tidak memerlukan keadaan kesucian tertentu atau waktu khusus.
Kombinasi tasbih dan hamd dalam frasa pertama mewakili ibadah yang komprehensif, mengakui transendensi Allah dan hak-Nya atas segala pujian.