حَدَّثَنِي عَلِيٌّ، سَمِعَ عَبْدَ الْعَزِيزِ بْنَ أَبِي حَازِمٍ، أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ أَبَا أُسَيْدٍ، صَاحِبَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَسَ فَدَعَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لِعُرْسِهِ، فَكَانَتِ الْعَرُوسُ خَادِمَهُمْ‏.‏ فَقَالَ سَهْلٌ لِلْقَوْمِ هَلْ تَدْرُونَ مَا سَقَتْهُ قَالَ أَنْقَعَتْ لَهُ تَمْرًا فِي تَوْرٍ مِنَ اللَّيْلِ، حَتَّى أَصْبَحَ عَلَيْهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Hazim

Sahl bin Sa'd berkata, "Abu Usaid, sahabat Nabi, menikah, maka dia mengundang Nabi (ﷺ) ke pesta pernikahannya, dan pengantin wanita itu sendiri melayani mereka. Sahl berkata kepada orang-orang, 'Tahukah kamu minuman apa yang dia sajikan kepadanya? Dia memasukkan beberapa kurma ke dalam panci di malam hari dan keesokan paginya dia menyajikannya dengan infus."