حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مَيْمُونٍ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ أَبَا عَمْرٍو، ذَكْوَانَ مَوْلَى عَائِشَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ كَانَتْ تَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهَ صلى الله عليه وسلم كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ ـ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ، يَشُكُّ عُمَرُ ـ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ، فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ ‏"‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ ‏"‏ فِي الرَّفِيقِ الأَعْلَى ‏"‏‏.‏ حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ يَدُهُ‏.‏ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْعُلْبَةُ مِنْ الْخَشَبِ وَالرَّكْوَةُ مِنْ الْأَدَمِ.
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Qatada bin Rib'i Al-Ansari

Prosesi pemakaman yang dilalui oleh Rasulullah (ﷺ) yang berkata, “Lega atau lega?” Orang-orang bertanya, “Wahai Rasulullah (ﷺ)! Apa yang lega dan melegakan?” Beliau berkata, “Seorang mukmin dibebaskan (dengan kematian) dari kesusahan dan kesusahan dunia dan pergi untuk mendapatkan rahmat Allah, sedangkan (kematian) orang fasik membebaskan manusia, tanah, pohon-pohon, (dan) binatang-binatang dari dirinya.”

Comment

Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)

Sahih al-Bukhari 6512

Teks Hadis

Sebuah prosesi pemakaman lewat di hadapan Rasulullah (ﷺ) yang berkata, "Terlepas atau melegakan?" Orang-orang bertanya, "Wahai Rasulullah (ﷺ)! Apa yang terlepas dan melegakan?" Beliau berkata, "Seorang mukmin terlepas (dengan kematian) dari kesulitan dan kesusahan dunia dan pergi menuju Rahmat Allah, sementara (kematian) orang jahat melegakan manusia, tanah, pohon-pohon, (dan) hewan darinya."

Komentar atas Pertanyaan

Pertanyaan misterius Nabi "Terlepas atau melegakan?" berfungsi sebagai metode pengajaran yang mendalam, memaksa para sahabatnya untuk mencari ilmu dan merenungkan secara mendalam realitas spiritual kematian. Pendekatan pedagogis ini merangsang rasa ingin tahu intelektual dan mempersiapkan hati untuk menerima kebijaksanaan ilahi tentang nasib akhir jiwa.

Kematian Mukmin: Sebuah Pembebasan

Bagi mukmin yang saleh, kematian mewakili pembebasan yang diberkati dari penderitaan, cobaan, dan kesengsaraan duniawi. Dunia adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi kafir. Jiwa mukmin beralih dari keterbatasan eksistensi duniawi ke rahmat Allah yang luas, menukar kesusahan sementara dengan kebahagiaan abadi.

Kematian Orang Jahat: Sebuah Kelegaan bagi Ciptaan

Kematian pelaku kejahatan membawa kelegaan bagi seluruh ciptaan - umat manusia, tanah, tumbuh-tumbuhan, dan hewan diselamatkan dari korupsi dan bahayanya. Ini menunjukkan bagaimana dosa mempengaruhi tidak hanya individu tetapi seluruh lingkungan. Ciptaan itu sendiri menghela napas lega ketika dibebaskan dari kehadiran mereka yang melanggar tatanan alam Allah.

Implikasi Spiritual

Hadis ini mengajarkan kita untuk mengevaluasi hidup kita: apakah kematian kita akan menjadi kelegaan bagi kita atau bagi orang lain? Ini menginspirasi mukmin untuk hidup saleh sehingga kematian mereka menjadi promosi ke rahmat ilahi daripada kelegaan bagi ciptaan dari kejahatan mereka. Narasi ini melembutkan hati dengan mengungkapkan sifat ganda kematian - baik sebagai transisi yang diberkati atau sebagai penyelamatan dari bahaya.