حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ،‏.‏ وَحَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، قَالَ كُنْتُ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ فَقَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ عُرِضَتْ عَلَىَّ الأُمَمُ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الأُمَّةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ النَّفَرُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْعَشَرَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْخَمْسَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ وَحْدَهُ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ قُلْتُ يَا جِبْرِيلُ هَؤُلاَءِ أُمَّتِي قَالَ لاَ وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ‏.‏ فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ‏.‏ قَالَ هَؤُلاَءِ أُمَّتُكَ، وَهَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا قُدَّامَهُمْ، لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلاَ عَذَابَ‏.‏ قُلْتُ وَلِمَ قَالَ كَانُوا لاَ يَكْتَوُونَ، وَلاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ‏"‏‏.‏ فَقَامَ إِلَيْهِ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ آخَرُ قَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi Abu Huraira

Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Dari para pengikutku akan masuk surga kerumunan orang berjumlah tujuh puluh ribu orang, yang wajahnya akan berkilau seperti bulan ketika purnama.” Mendengar itu, 'Ukasha bin Mihsan Al-Asdi bangkit, mengangkat selimutnya, dan berkata, “Wahai Rasulullah (ﷺ)! Berdoalah kepada Allah supaya Dia menjadikan aku salah satu dari mereka.” Nabi (ﷺ) berkata, “Ya Allah, jadikanlah dia salah satu dari mereka.” Seorang pria lain dari Ansar bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah (ﷺ)! Berdoalah kepada Allah untuk menjadikan aku salah satu dari mereka. “Nabi (ﷺ) berkata (kepadanya), “Ukasha telah mendahului kamu.”

Comment

Keunggulan Tujuh Puluh Ribu

Hadis yang diberkati ini dari Sahih al-Bukhari (6542) dalam Kitab "Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)" menggambarkan kelompok yang luar biasa dari Ummah Muhammad (ﷺ) yang akan masuk Surga tanpa hisab. Wajah mereka akan bersinar dengan cahaya bulan purnama, cahaya yang lahir dari kemurnian iman mereka dan kebebasan mereka dari dosa-dosa yang memberatkan.

Sifat Kelompok Terpilih Ini

Para ulama, seperti Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, menjelaskan bahwa tujuh puluh ribu ini dibedakan oleh penghindaran mereka dari dosa-dosa besar seperti sihir, ramalan, dan riba. Mereka tidak mencari ruqya (jampi-jampi) dari orang lain, menempatkan kepercayaan penuh (tawakkul) mereka hanya kepada Allah.

Wajah mereka yang bersinar adalah tanda nyata dari cahaya batin Iman (kepercayaan) dan ketiadaan noda spiritual dari ketidaktaatan. Mereka adalah para pelopor, mereka yang mencapai stasiun tertinggi tanpa kesulitan Hisab Akhir.

Semangat Para Sahabat & Tanggapan Kenabian

Tindakan langsung 'Ukasha (semoga Allah meridhainya) menunjukkan keinginan mendalam para Sahabat untuk keunggulan di Akhirat. Dia tidak ragu-ragu untuk meminta Nabi (ﷺ) untuk doa khusus, memahami nilai doa Nabi.

Tanggapan Nabi (ﷺ), "Ya Allah, jadikan dia salah satu dari mereka," adalah bukti belas kasihannya yang besar dan diterimanya permintaan 'Ukasha. Ketika pria Ansari membuat permintaan yang sama, Nabi (ﷺ) memberitahunya bahwa 'Ukasha telah mendahuluinya, mengajarkan Ummah kebajikan untuk segera melakukan perbuatan baik dan pentingnya keutamaan spiritual.

Pelajaran Spiritual untuk Ummah

Narasi ini menanamkan harapan dan mendorong persaingan dalam kebenaran. Ini mengajarkan kita untuk bercita-cita mencapai peringkat tertinggi di Surga dan memohon kepada Allah untuk itu dengan ketulusan.

Ini juga menekankan prinsip ketetapan ilahi (qadar) dan bahwa berkah diberikan oleh kehendak Allah. Sementara kita harus berusaha dan meminta, pemberian tertinggi adalah dari-Nya. Kisah ini adalah pelajaran abadi dalam ambisi spiritual, kekuatan doa, dan rahmat tak terbatas yang Allah siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang saleh.