Rasulullah SAW bersabda: “Penduduk surga akan masuk surga, dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian bangkit seorang pembawa panggilan di antara mereka, 'Wahai penghuni neraka! Tidak ada kematian lagi! Dan wahai penghuni surga! Tidak ada kematian (lagi) melainkan kekekalan.”
Teks dan Konteks Hadis
Riwayat mendalam ini dari Sahih al-Bukhari 6544, ditemukan dalam Kitab "Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)", menggambarkan takdir akhir ciptaan setelah penghakiman ilahi. Nabi Muhammad (semoga damai bersamanya) menyajikan adegan hidup ini yang terjadi setelah semua jiwa memasuki tempat tinggal abadi mereka.
Komentar Ilmiah
Ulama klasik menjelaskan bahwa pengumuman ini menandai transisi akhir dan tak terbalikkan dari keberadaan sementara ke realitas abadi. Proklamasi pembuat panggilan menetapkan sifat dasar Surga dan Neraka - mereka adalah keadaan permanen, tak berakhir tanpa henti.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani berkomentar dalam Fath al-Bari bahwa pengumuman ini berfungsi untuk menghilangkan harapan tersisa di antara penghuni Neraka untuk kelegaan atau penghentian hukuman mereka, sambil mengonfirmasi bagi penghuni Surga sifat kebahagiaan mereka yang abadi.
Implikasi Spiritual
Hadis ini menekankan beratnya pilihan duniawi, karena mereka menentukan keadaan abadi seseorang. Penghapusan kematian menandakan transisi dari alam ujian (dunya) ke alam konsekuensi abadi (akhirah).
Ulama mencatat bahwa waktu pengumuman - setelah masuk ke tempat tinggal - menunjukkan bahwa rahmat ilahi telah menyelesaikan jalannya dan keadilan ilahi sekarang berlaku secara abadi. Ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat bagi orang beriman untuk berusaha dengan rajin dalam ketaatan kepada Allah selama kehidupan duniawi mereka.
Signifikansi Teologis
Ilmu keislaman tradisional memahami hadis ini sebagai menegaskan keabadian harfiah dari Surga dan Neraka. Penghuni Surga akan mengalami kegembiraan abadi tanpa gangguan, sementara penghuni Neraka akan menghadapi hukuman abadi tanpa kelegaan dari pemusnahan.
Riwayat ini juga menekankan sifat mutlak dari ketetapan ilahi dan finalitas penghakiman Allah, berfungsi sebagai peringatan dan dorongan bagi orang beriman untuk tetap teguh dalam iman dan perbuatan benar.