حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، حَدَّثَنَا حُصَيْنٌ،‏.‏ وَحَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، قَالَ كُنْتُ عِنْدَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ فَقَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ عُرِضَتْ عَلَىَّ الأُمَمُ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الأُمَّةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ النَّفَرُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْعَشَرَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الْخَمْسَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ وَحْدَهُ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ قُلْتُ يَا جِبْرِيلُ هَؤُلاَءِ أُمَّتِي قَالَ لاَ وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ‏.‏ فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ‏.‏ قَالَ هَؤُلاَءِ أُمَّتُكَ، وَهَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا قُدَّامَهُمْ، لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلاَ عَذَابَ‏.‏ قُلْتُ وَلِمَ قَالَ كَانُوا لاَ يَكْتَوُونَ، وَلاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ‏"‏‏.‏ فَقَامَ إِلَيْهِ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ آخَرُ قَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ‏.‏ قَالَ ‏"‏ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi Abu Huraira

Rasulullah SAW bersabda: “Dikatakan kepada penduduk surga, 'Wahai penduduk surga! ﷺ Kekekalan dan tidak ada kematian, dan bagi penghuni neraka, “Wahai penghuni neraka, kekal (untuk kamu) dan tidak ada kematian.”

Comment

Teks Hadis

Nabi (ﷺ) bersabda, "Akan dikatakan kepada penghuni Surga, 'Wahai penghuni Surga! Keabadian (bagimu) dan tidak ada kematian,' dan kepada penghuni Neraka, 'Wahai penghuni Neraka, keabadian (bagimu) dan tidak ada kematian!'"

Referensi Hadis

Sahih al-Bukhari 6545 | Kitab: Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)

Komentar tentang Makna

Hadis yang mendalam ini menetapkan sifat abadi dari Surga dan Neraka, menegaskan bahwa penghuni kedua tempat tinggal akan tinggal di dalamnya selamanya tanpa henti. Pernyataan "keabadian dan tidak ada kematian" berfungsi untuk menekankan keabadian tujuan akhir, menghilangkan keraguan tentang sifat sementara dari imbalan atau hukuman.

Bagi penghuni Surga, pengumuman ini membawa kegembiraan tertinggi dan penyempurnaan janji ilahi, saat mereka memasuki keadaan kebahagiaan abadi di mana setiap keinginan terpenuhi dan setiap kesenangan disempurnakan. Keabadian mereka adalah peningkatan kegembiraan dan kedekatan dengan Allah.

Bagi penghuni Neraka, pernyataan ini merupakan peringatan tertinggi dan manifestasi keadilan ilahi. Keabadian mereka mewakili hukuman abadi tanpa harapan pembebasan atau pemusnahan, berfungsi sebagai konsekuensi tertinggi untuk ketidakpercayaan dan pelanggaran terhadap Sang Pencipta.

Pelajaran Spiritual

Riwayat ini berfungsi untuk melembutkan hati (riqaq) dengan menyajikan realitas keras Akhirat, memotivasi orang beriman untuk berusaha keras dalam ketaatan kepada Allah sambil memperingatkan terhadap kelalaian dalam dosa.

Struktur paralel dari pengumuman ini menyoroti keadilan ilahi - kedua kelompok menerima apa yang mereka peroleh melalui keyakinan dan tindakan mereka dalam kehidupan dunia.

Para ulama mencatat bahwa keabadian ini melekat pada sifat Akhirat itu sendiri, bukan hanya durasi yang diperpanjang, tetapi keberadaan di luar batasan temporal seperti yang kita pahami di dunia ini.