حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ، حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، عَنْ عِمْرَانَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri

Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman kepada penghuni surga, 'Wahai penghuni surga! 'ﷺ Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, dan Sa'daik!” Allah berfirman: “Apakah kamu senang?” Mereka berkata: “Mengapa kami tidak senang karena Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorangpun dari ciptaan-Mu?” Allah berfirman: “Aku akan memberikan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu.” Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami! Dan apa yang lebih baik dari itu?” Allah berfirman: “Aku akan memberikan kenikmatan dan kepuasan kepadamu, sehingga aku tidak akan marah kepadamu selama-lamanya. '”

Comment

Teks Hadis

Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Allah akan berkata kepada penghuni Surga, 'Wahai penghuni Surga!' Mereka akan berkata, 'Labbaik, wahai Tuhan kami, dan Sa`daik!' Allah akan berkata, 'Apakah kalian puas?' Mereka akan berkata, 'Mengapa kami tidak puas karena Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada siapa pun dari ciptaan-Mu?' Allah akan berkata, 'Aku akan memberikan sesuatu yang lebih baik dari itu.' Mereka akan menjawab, 'Wahai Tuhan kami! Dan apa yang lebih baik dari itu?' Allah akan berkata, 'Aku akan menganugerahkan keridhaan dan kepuasan-Ku kepada kalian sehingga Aku tidak akan pernah marah kepada kalian setelahnya untuk selamanya.'"

Referensi Sumber

Kitab: Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)

Pengarang: Sahih al-Bukhari

Hadis: Sahih al-Bukhari 6549

Komentar tentang Dialog

Tanggapan "Labbaik, wahai Tuhan kami, dan Sa`daik!" menunjukkan etiket sempurna dari penghuni Surga. "Labbaik" berarti "Aku hadir dan taat kepada-Mu" sementara "Sa`daik" berarti "Aku bersemangat untuk menyenangkan-Mu." Ini menunjukkan keadaan mereka yang terus-menerus tunduk dan siap menanggapi panggilan Tuhan mereka.

Pertanyaan retoris mereka "Mengapa kami tidak puas..." mencerminkan rasa syukur yang mendalam dan pengakuan bahwa Allah telah memberikan berkah melebihi apa yang diterima oleh ciptaan lainnya.

Hadiah Terakhir

Janji Allah tentang sesuatu "lebih baik dari" kenikmatan fisik Surga mengungkapkan hierarki hadiah ilahi. Meskipun taman, sungai, istana, dan bidadari itu megah, mereka adalah ciptaan yang terbatas. Keridhaan abadi Allah dan perlindungan dari kemarahan-Nya mewakili pencapaian spiritual tertinggi.

Keridhaan ilahi (Ridwan) ini melampaui semua berkah materi, karena itu menandakan keberhasilan tertinggi orang beriman dalam mencapai apa yang mereka diciptakan untuk - menyenangkan Tuhan mereka.

Signifikansi Spiritual

Hadis ini mengajarkan bahwa aspirasi tertinggi seorang beriman seharusnya adalah keridhaan Allah, bukan sekadar pahala Surga. Ketakutan terbesar orang-orang saleh adalah ketidaksenangan Allah, dan harapan terbesar adalah kepuasan-Nya.

Jaminan bahwa Allah "tidak akan pernah marah kepada kalian setelahnya untuk selamanya" memberikan keamanan dan kedamaian tertinggi, melampaui bahkan kenyamanan fisik Surga. Ini mewakili puncak perjalanan orang beriman - penerimaan ilahi yang abadi.