حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ، حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، عَنْ عِمْرَانَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi dari `Adi bin Hatim

Nabi (ﷺ) menyebut api neraka dan memalingkan wajahnya dan meminta perlindungan Allah darinya, kemudian dia menyebut api neraka dan memalingkan wajahnya dan meminta perlindungan Allah darinya dan berkata, “Jagalah dirimu dari neraka, walaupun dengan setengah tanggal, dan siapa yang tidak mampu membelinya, maka (biarlah dia melakukannya) dengan (mengucapkan) kata yang baik dan menyenangkan.”

Comment

Konteks dan Signifikansi

Narasi mendalam ini dari Sahih al-Bukhari, khususnya dalam Kitab "Untuk Melembutkan Hati (Ar-Riqaq)" di bawah referensi hadis 6563, menunjukkan keprihatinan mendalam Nabi akan keselamatan umatnya. Palingnya secara fisik sambil menyebutkan Api menunjukkan beratnya siksanya dan kebencian mendalamnya terhadapnya, mengajarkan kita melalui tindakan sikap yang tepat terhadap hukuman ilahi.

Sifat Perlindungan yang Dicari

Pencarian perlindungan (isti'adha) berulang Nabi dari Api bukan hanya verbal tetapi mencerminkan keadaan hati yang takut dan berharap. Para ulama menjelaskan bahwa ini mengajarkan perlunya kewaspadaan spiritual yang konstan, karena pencari perlindungan mengakui kelemahan mereka dan ketergantungan sepenuhnya pada rahmat Allah terhadap hukuman yang tidak dapat mereka tanggung.

Sarana Praktis Keselamatan

Instruksi untuk melindungi diri dari Api Neraka "bahkan dengan setengah butir kurma" menetapkan prinsip bahwa tidak ada perbuatan baik yang terlalu kecil untuk ditawarkan. Komentator klasik menekankan bahwa ini merujuk pada sedekah (sadaqah), menunjukkan bahwa memberi apa yang mampu - betapapun sederhananya - menjadi penghalang terhadap Api melalui kebijaksanaan dan kemurahan hati Allah yang tak terbatas.

Universalitas Jalan

Bagi mereka yang tidak mampu memberikan sedekah materi, Nabi memberikan alternatif "kata yang baik dan menyenangkan." Para ulama menafsirkan ini sebagai mencakup semua bentuk ucapan baik: salam damai, mengingat Allah, berbicara kebenaran, menyuruh kebaikan, melarang kejahatan, dan bahkan menahan diri dari ucapan berbahaya. Ini membuat jalan menuju keselamatan dapat diakses oleh setiap orang beriman terlepas dari sarana duniawi mereka.

Kebijaksanaan Komprehensif

Hadis ini secara kolektif membahas perlindungan kekayaan seseorang melalui sedekah dan lidah seseorang melalui ucapan baik. Para ulama mencatat bahwa kedua tindakan ini melindungi sarana utama di mana orang biasanya masuk Api Neraka - penyalahgunaan kekayaan dan ucapan. Dengan demikian, Nabi memberikan resep lengkap untuk keselamatan spiritual melalui sarana paling sederhana yang tersedia bagi setiap Muslim.