حَدَّثَنِي عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي، حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ، قَالَ أُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ، فَجَعَلَ يُحَدِّثُ ثُمَّ قَامَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلملأُمِّ سَلَمَةَ ‏"‏ مَنْ هَذَا ‏"‏‏.‏ أَوْ كَمَا قَالَ‏.‏ قَالَ قَالَتْ هَذَا دِحْيَةُ‏.‏ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ايْمُ اللَّهِ مَا حَسِبْتُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ حَتَّى سَمِعْتُ خُطْبَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُخْبِرُ جِبْرِيلَ أَوْ كَمَا قَالَ‏.‏ قَالَ فَقُلْتُ لأَبِي عُثْمَانَ مِمَّنْ سَمِعْتَ هَذَا قَالَ مِنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh 'Imran bin Husain

Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Kami berjalan malam hari hingga ketika waktu Subuh tiba, kami berhenti. Lalu rasa kantuk menguasai kami hingga matahari terbit. Orang yang pertama kali terjaga dari tidurnya adalah Abu Bakar. Ia tidak pernah membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari tidurnya hingga beliau bangun sendiri. Lalu Umar terbangun, maka Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau dan terus bertakbir dengan mengeraskan suaranya hingga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Beliau turun dan mengimami kami shalat Subuh. Ada seorang laki-laki yang menjauh dan tidak shalat bersama kami. Setelah selesai, beliau bersabda, "Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk shalat bersama kami?" Ia menjawab, "Aku terkena hadas besar (junub)." Maka beliau memerintahkannya untuk bertayamum dengan debu yang suci, lalu ia shalat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku di atas kendaraan di hadapannya. Kami sangat kehausan. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan seorang wanita yang menjulurkan kedua kakinya di antara dua geriba. Kami bertanya kepadanya, "Di mana air?" Ia menjawab, "Tidak ada air." Kami bertanya, "Berapa jarak antara keluargamu dan air?" Ia menjawab, "Satu hari satu malam." Kami berkata, "Pergilah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Ia bertanya, "Apa itu Rasulullah?" Kami tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk memilih hingga kami membawanya menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Wanita itu menceritakan kepadanya sebagaimana yang ia ceritakan kepada kami, hanya saja ia juga memberitahukan bahwa ia seorang janda. Maka beliau memerintahkan untuk membawa kedua geribanya, lalu beliau mengusap mulut kedua geriba tersebut. Maka kami pun minum, sedangkan kami saat itu empat puluh orang, hingga kami terpuaskan, dan kami memenuhi setiap wadah air dan setiap tempat minum yang kami bawa, hanya saja kami tidak memberi minum unta, sedangkan geriba itu hampir pecah karena penuh.

Kemudian beliau bersabda, "Berikanlah apa yang ada pada kalian." Maka mereka mengumpulkan untuknya potongan roti dan kurma. Ketika ia sampai kepada keluarganya, ia berkata, "Aku bertemu dengan orang yang paling pandai menyihir, atau dia adalah seorang Nabi, sebagaimana yang mereka klaim." Maka Allah memberi petunjuk kepada kaum itu melalui wanita tersebut; ia pun masuk Islam dan mereka pun masuk Islam.