حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، قَالَ كُنَّا مَعَ بُرَيْدَةَ فِي غَزْوَةٍ فِي يَوْمٍ ذِي غَيْمٍ فَقَالَ بَكِّرُوا بِصَلاَةِ الْعَصْرِ فَإِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Al-Mahh [??]

Kami bersama Buraida dalam pertempuran pada hari yang mendung dan dia berkata, "Persembahkan shalat 'Ashar lebih awal seperti yang dikatakan Nabi, "Barangsiapa meninggalkan shalat 'Aasir, semua amal (kebaikan) nya, akan dibatalkan."

Comment

Waktu-waktu Sholat - Sahih al-Bukhari 553

Riwayat ini dari Buraida ibn al-Husayb (semoga Allah meridhainya) mengandung hikmah mendalam mengenai pentingnya melaksanakan sholat Asar pada waktunya yang tepat. Hari berawan yang disebutkan menunjukkan berkurangnya sinar matahari, yang dapat membingungkan orang tentang waktu sebenarnya untuk sholat Asar.

Komentar Ulama tentang Sholat Asar Lebih Awal

Perintah untuk melaksanakan sholat Asar lebih awal pada hari berawan berasal dari hikmah Kenabian untuk mencegah kelalaian. Kondisi berawan dapat menyebabkan ketidakpastian tentang posisi matahari, berpotensi menyebabkan penundaan sholat melebihi waktunya yang diizinkan.

Peringatan keras tentang pembatalan amal baik bagi siapa pun yang "meninggalkan" sholat Asar mengacu pada sengaja meninggalkannya hingga waktunya habis. Ulama menafsirkan ini berlaku bagi seseorang yang terus-menerus mengabaikan sholat tanpa alasan yang sah, menunjukkan pengabaian terhadap rukun fundamental Islam ini.

Keputusan Hukum yang Diambil

Hadis ini menetapkan bahwa sholat pada waktu yang disukai (awwal al-waqt) lebih utama, terutama ketika faktor seperti cuaca dapat menyebabkan kebingungan. Keputusan ini berlaku khususnya untuk sholat Asar, yang memiliki kerangka waktu yang lebih ketat daripada sholat lainnya.

Yurisprudensi Islam menyatakan bahwa waktu untuk sholat Asar dimulai ketika bayangan suatu benda sama dengan panjangnya (ditambah bayangan tengah hari) dan berlanjut hingga matahari terbenam. Melaksanakan sholat lebih awal dalam periode ini dianjurkan, sementara menundanya hingga matahari menguning diperbolehkan tetapi tidak disukai.

Signifikansi Spiritual

Hubungan antara meninggalkan sholat Asar dan pembatalan amal baik menyoroti posisi sentral sholat dalam kehidupan spiritual seorang Muslim. Sama seperti rantai hanya sekuat mata rantai terlemahnya, amal seseorang rentan ketika kewajiban fundamental diabaikan.

Ajaran ini menekankan bahwa ibadah saling terhubung - kelalaian dalam satu area dapat memengaruhi penerimaan yang lain. Pelestarian sholat Asar secara khusus ditekankan karena waktunya selama jam sibuk sore hari ketika orang sering sibuk dengan urusan duniawi.