Dalam cuaca panas yang parah, panjatkan shalat Zuhr ketika cuaca menjadi (sedikit) lebih dingin Sahih al-Bukhari 536, 537
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَفِظْنَاهُ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ "إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ". " وَاشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا. فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ "
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira
Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Zuhur sampai menjadi (sedikit) lebih dingin karena keparahan panas berasal dari mengamuknya api neraka. Api neraka Neraka mengeluh kepada Tuhannya berkata: Ya Tuhan! Bagian-bagian saya saling memakan (menghancurkan). Jadi Allah mengizinkannya untuk mengambil dua napas, satu di musim dingin dan yang lainnya di musim panas. Nafas di musim panas adalah pada saat Anda merasakan panas terparah dan napas di musim dingin adalah pada saat Anda merasakan dingin yang paling parah."