Kitab Doa
كتاب الصلاة
Nabi — semoga Allah memberikan salawat dan salam kepadanya — biasa membaca pada (hari raya) Adha dan Fitri dengan (surah) Qaf dan (surah) Iqtarabat. [Diriwayatkan oleh Muslim.]
Apabila tiba hari Id, Rasulullah 2 semoga salawat dan salam Allah atas beliau 2 menempuh jalan yang berbeda.
Termasuk sunah untuk keluar menuju Id dengan berjalan kaki. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan ia menilainya hasan (baik).
Mereka tertimpa hujan pada hari raya (‘Id), lalu Nabi – semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya – mengimami mereka melaksanakan salat Id di masjid. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang lemah.
Matahari mengalami gerhana pada masa Rasulullah 013 semoga salawat dan salam Allah atas beliau 013 pada hari ketika Ibrahim meninggal.
Orang-orang berkata: 01CMatahari mengalami gerhana karena kematian Ibrahim.01D
Maka Rasulullah 013 semoga salawat dan salam Allah atas beliau 013 bersabda: 01CSesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang maupun karena kehidupannya. Apabila kalian melihat keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan salatlah hingga tersingkap.01D
[Muttafaq e0laihi].
Nabi —semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya— mengeraskan bacaannya dalam salat gerhana, lalu beliau melaksanakan empat rukuk dalam dua rakaat dan empat sujud. [Disepakati (diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim); dan ini adalah lafaz Muslim.]
Dan dalam riwayatnya: Ia mengutus seorang penyeru yang menyerukan: “Salat berjamaah.”
Beliau salat ketika matahari mengalami gerhana, delapan rakaat dalam empat sujud.
Beliau salat enam rakaat dengan empat sujud.
Syadz (menyimpang): Diriwayatkan oleh Muslim (904) (10). Riwayat ini termasuk kekeliruan sebagian perawi; yang mahfuzh dari Jabir adalah: “Empat rakaat dan empat sujud”, dan itulah yang sesuai dengan riwayat selainnya yang telah disepakati oleh kedua Syaikh.
Beliau salat, lalu rukuk lima kali dan sujud dua kali, dan melakukan hal yang sama pada yang kedua.
Tidaklah angin bertiup sama sekali melainkan Nabi (ﷺ) berlutut di atas kedua lututnya dan berdoa: “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai rahmat dan janganlah Engkau menjadikannya sebagai azab.” [Diriwayatkan oleh ash-Shafi'i dan at-Tabarani].
Asy-Syafi'i menyebutkan riwayat yang semisalnya dari 'Ali —semoga Allah meridhainya— tanpa bagian akhirnya.