Kitab Doa
كتاب الصلاة
“Dia [Nabi (ﷺ)] biasa memakainya pada kunjungan delegasi dan pada hari Jumat.”
Nabi Allah —semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya— bersabda: “Waktu salat Zuhur adalah ketika matahari telah tergelincir dan bayangan seseorang sama dengan tinggi badannya, selama waktu Asar belum tiba. Waktu salat Asar adalah selama matahari belum menguning. Waktu salat Magrib adalah selama syafak belum hilang. Waktu salat Isya adalah hingga pertengahan malam. Dan waktu salat Subuh adalah sejak terbit fajar selama matahari belum terbit. Apabila matahari telah terbit, maka tahanlah diri dari salat, karena sesungguhnya ia terbit di antara dua tanduk setan.”
“Ketika matahari putih dan jernih.” Dalam versi Muslim: “matahari (masih) tinggi …”. Makna “putih dan jernih” adalah: tidak ada sedikit pun kekuningan yang memasukinya, dan dalam hadis sebelumnya: “selama matahari belum menguning”.
Rasulullah 28 semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan 29 biasa melaksanakan salat Asar, kemudian salah seorang dari kami kembali ke tempat tinggalnya di ujung terjauh Madinah sedangkan matahari masih hidup (terang). Dan beliau biasa memandang baik untuk mengakhirkan salat Isya, dan beliau membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Dan beliau biasa selesai dari salat Subuh ketika seseorang dapat mengenali orang yang duduk di sampingnya, dan beliau membaca dari enam puluh hingga seratus (ayat). [Muttafaq alaih].
Adapun salat Isya, kadang begini dan kadang begitu: apabila beliau melihat mereka telah berkumpul, beliau menyegerakannya, dan apabila beliau melihat mereka terlambat, beliau mengakhirkannya. Adapun salat Subuh: Nabi —semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya— biasa mengerjakannya di waktu gelap.
Ia mendirikan salat Fajar ketika fajar telah terbit, sedangkan orang-orang hampir tidak dapat saling mengenali satu sama lain.
Rasulullah – semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya – pada suatu malam mengakhirkan salat Isya hingga sebagian besar malam telah berlalu. Kemudian beliau keluar, lalu salat, dan bersabda: “Sesungguhnya inilah waktunya, kalaulah aku tidak memberatkan umatku.” [Diriwayatkan oleh Muslim].
Rasulullah semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan bersabda: 2Apabila panas sangat menyengat, maka tundalah salat hingga udara menjadi sejuk, karena sesungguhnya dahsyatnya panas itu berasal dari hembusan Jahanam.0
[Muttafaq alaih].
Al-ibrad artinya mengakhirkan salat Zuhur hingga waktu menjadi sejuk.
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Laksanakanlah salat Subuh di waktu pagi yang telah terang, karena sesungguhnya hal itu lebih besar bagi pahala-pahala kalian."
Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya – bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari (salat) Subuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan (salat) Subuh, dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari (salat) Asar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkan (salat) Asar.” [Disepakati].
Aku mendengar Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – bersabda: “Tidak ada salat setelah (salat) Subuh hingga matahari terbit, dan tidak ada salat setelah (salat) Asar hingga matahari terbenam.” [Muttafaq ‘alaih].
Ada tiga waktu yang padanya Rasulullah 2d semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya 2d melarang kami untuk salat padanya dan untuk menguburkan orang-orang mati kami padanya: ketika matahari terbit dengan memancarkan cahaya hingga ia meninggi, ketika matahari tengah hari tegak lurus hingga matahari tergelincir, dan ketika matahari condong menuju terbenam.