Kitab Doa
كتاب الصلاة
Aku melihat Bilal mengumandangkan azan dan aku mengikuti mulutnya, ke sini dan ke sana, sedangkan kedua jarinya berada di kedua telinganya.
Dalam riwayat Ibn Majah: dan ia meletakkan kedua jarinya pada kedua telinganya.
Dan menurut Abu Dawud: “Ia memiringkan lehernya ke kanan dan ke kiri ketika sampai pada (ucapan) ‘Hayya ʿala ash-shalah (marilah untuk salat)’ dan ia tidak berbalik.”
Dan asalnya terdapat dalam kedua kitab Sahih.
Aku berkata: Ia terdapat dalam al-Bukhari (634) dan Muslim (503): ia melihat Bilal mengumandangkan azan. Ia berkata: Aku mulai mengikuti mulutnya ke sini dan ke sana.
Bahwa Nabi – semoga selawat dan salam Allah atas beliau – kagum dengan suaranya, lalu beliau mengajarinya azan.
Aku telah salat bersama Nabi – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – pada dua hari raya, bukan hanya sekali atau dua kali, tanpa azan dan tanpa ikamah. [Diriwayatkan oleh Muslim].
Dan yang semisalnya terdapat dalam riwayat yang disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim: dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridhai keduanya, dan dari selainnya.
Nabi (semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya) datang ke Muzdalifah lalu melaksanakan salat Magrib dan Isya di sana dengan satu azan dan dua ikamah.
Bilal mengumandangkan azan sebelum fajar, lalu Nabi – semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya – memerintahkannya untuk kembali dan menyeru: “Ketahuilah, sesungguhnya hamba itu telah tertidur.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan ia menilainya lemah.]
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazin." [Muttafaq 'alaih]
Dan dalam riwayat Muslim: Dari Umar tentang keutamaan mengucapkan seperti yang diucapkan muazin kata demi kata, kecuali pada dua ḥayʿalah, dengan mengucapkan: “Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah)”.
Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (385) dan redaksinya adalah: Dari Umar bin al-Khattab, semoga Allah meridhainya, ia berkata: Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah atas beliau, bersabda: “Apabila muazin mengucapkan: Allāhu akbar, Allāhu akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), maka salah seorang dari kalian mengucapkan: Allāhu akbar, Allāhu akbar. Kemudian ia mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Ia mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Kemudian ia mengucapkan: Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ia mengucapkan: Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian ia mengucapkan: Marilah menuju salat. Ia mengucapkan: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Kemudian ia mengucapkan: Marilah menuju kemenangan. Ia mengucapkan: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Kemudian ia mengucapkan: Allāhu akbar, Allāhu akbar. Ia mengucapkan: Allāhu akbar, Allāhu akbar. Kemudian ia mengucapkan: Tidak ada tuhan selain Allah. Ia mengucapkan: Tidak ada tuhan selain Allah, dari hatinya, maka ia akan masuk surga”.
Ia berkata: “Wahai Rasulullah, jadikanlah aku imam bagi kaumku.”
Beliau bersabda: “Engkau adalah imam mereka, perhatikanlah yang paling lemah di antara mereka, dan angkatlah seorang muazin yang tidak mengambil upah atas azannya.”
Diriwayatkan oleh Kelima Imam; At-Tirmidzi menilainya hasan dan Al-Hakim menilainya sahih.
Nabi – semoga salawat dan salam Allah tercurah atas beliau – bersabda kepada kami: “Apabila salat telah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan azan untuk kalian.” [Diriwayatkan oleh tujuh imam.]
Rasulullah – semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya – bersabda kepada Bilal: “Apabila engkau mengumandangkan azan, maka kumandangkanlah dengan tenang dan perlahan, dan apabila engkau mengumandangkan ikamah, maka kumandangkanlah dengan cepat, dan berilah jeda antara azanmu dan ikamahmu selama waktu yang dibutuhkan orang yang sedang makan untuk menyelesaikan makannya.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi dan ia menilainya lemah.]