Mengambil Ghusl (mandi) dan sila tentang ketidakmurnian seksual Bulugh al-Maram 121

Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ إِنِّي اِمْرَأَةٌ أَشُدُّ شَعْرَ رَأْسِي, أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اَلْجَنَابَةِ? وَفِي رِوَايَةٍ: وَالْحَيْضَةِ? فَقَالَ:"لَا, إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ"} رَوَاهُ مُسْلِم ٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم (330)‏، وزاد: "ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين".‏
Terjemahan
Narasi Umm Salamah (RAA)

Aku berkata, “Ya Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang menjaga rambutnya terjalin erat. Apakah saya harus membatalkannya untuk Ghusl setelah hubungan seksual?” Dalam narasi lain, “dan setelah akhir menstruasi?” Dia menjawab (ﷺ), “Tidak, apakah cukup bagimu untuk melemparkan tiga genggam air ke atas kepalamu.” Dikutip oleh Muslim.