Bulugh al-Maram
Book 8, Hadith 125
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : { كَانَ اَلطَّلَاقُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -وَأَبِي بَكْرٍ , وَسَنَتَيْنِ مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ , طَلَاقُ اَلثَّلَاثِ وَاحِدَةٌ , فَقَالَ عُمَرُ بْنُ اَلْخَطَّابِ : إِنَّ اَلنَّاسَ قَدْ اِسْتَعْجَلُوا فِي أَمْرٍ كَانَتْ لَهُمْ فِيهِ أَنَاةٌ , فَلَوْ أَمْضَيْنَاهُ عَلَيْهِمْ ? فَأَمْضَاهُ عَلَيْهِمْ } . رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1 .1 - صحيح . رواه مسلم ( 1472 ).
Terjemahan
Pada masa Rasulullah – semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan –, Abu Bakar, dan selama dua tahun dari kekhalifahan Umar, talak tiga dianggap sebagai satu talak.
Maka Umar ibn al-Khaththab berkata: “Sesungguhnya orang-orang telah tergesa-gesa dalam suatu perkara yang padanya mereka memiliki kelapangan untuk berhati-hati. Bagaimana jika kita memberlakukannya atas mereka?” Lalu ia memberlakukannya atas mereka.