Irigasi Dari Sungai Dan Berapa Banyak Air yang Dapat Disimpan Sunan Ibn Majah 2483

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغَلِّسِ، حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْوَلِيدِ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمقَضَى فِي شُرْبِ النَّخْلِ مِنَ السَّيْلِ أَنَّ الأَعْلَى فَالأَعْلَى يَشْرَبُ قَبْلَ الأَسْفَلِ وَيُتْرَكُ الْمَاءُ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَاءُ إِلَى الأَسْفَلِ الَّذِي يَلِيهِ وَكَذَلِكَ حَتَّى تَنْقَضِيَ الْحَوَائِطُ أَوْ يَفْنَى الْمَاءُ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Samit bahwa

Rasulullah (ﷺ) memerintahkan tentang irigasi pohon palem dari sungai, bahwa tanah yang lebih tinggi harus diairi sebelum yang lebih rendah, dan bahwa air harus dibiarkan sampai ke pergelangan kaki, kemudian dilepaskan untuk mengalir ke tanah yang paling rendah, dan seterusnya, sampai semua ladang disiram atau sampai air habis.