حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏"‏ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Disebutkan bahwa 'Abdullah berkata

“Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah besok sebagai seorang Muslim, hendaklah dia memelihara lima shalat (setiap hari) ini ketika panggilan diberikan kepada mereka, karena mereka adalah bagian dari jalan petunjuk, dan Allah telah menetapkan jalan petunjuk bagi nabimu. Demi Allah, jika kamu masing-masing berdoa di rumahnya, niscaya kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, dan jika kamu meninggalkan sunnah nabimu, maka kamu akan tersesat. Saya ingat ketika tidak ada seorang pun yang tinggal dari shalat kecuali seorang munafik yang dikenal karena kemunafikannya. Sesungguhnya aku mempunyai seorang laki-laki yang datang dengan dukungan dua orang lain, sampai ia bergabung dengan barisan (orang-orang yang beribadah). Tidak ada orang yang menyucikan dirinya dan mengerjakannya dengan baik, dan datang ke masjid dan shalat di sana, tetapi untuk setiap langkah yang dia ambil, Allah mengangkat dia dalam status satu derajat dan menghapus salah satu dosanya.”