Sunan Ibn Majah

Sunan Ibn Majah 648

Berapa lama wanita yang mengalami pendarahan pascanatal harus menunggu (sebelum berdoa, dll.)?
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا شُجَاعُ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الأَعْلَى، عَنْ أَبِي سَهْلٍ، عَنْ مُسَّةَ الأَزْدِيَّةِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْكَانَتِ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ تَجْلِسُ أَرْبَعِينَ يَوْمًا وَكُنَّا نَطْلِي وُجُوهَنَا بِالْوَرْسِ مِنَ الْكَلَفِ ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Umm Salamah berkata

“Pada masa Rasulullah, wanita yang mengalami pendarahan pasca kelahiran (setelah melahirkan) biasa menunggu selama empat puluh hari, dan kami biasa menempatkan perang di wajah kami karena bintik-bintik.”