Sunan Ibn Majah

Sunan Ibn Majah 460

Berwudhu sesuai dengan perintah Allah Maha Tinggi
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ يَحْيَى بْنِ خَلاَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَمِّهِ، رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَقَالَ ‏"‏ إِنَّهَا لاَ تَتِمُّ صَلاَةٌ لأَحَدٍ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى يَغْسِلُ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَيَمْسَحُ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ‏"
Terjemahan
'Ali bin Yahya bin Khallad menceritakan, dari ayahnya, dari pamannya dari pihak ayah Rifa'ah bin Rafi' bahwa

Dia duduk bersama Rasulullah yang berkata: “Tidak ada seorang pun yang shalat sampai dia melakukan wudhu dengan benar seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, mencuci wajahnya, lengannya sampai siku, menyeka kepala dan kakinya hingga pergelangan kaki.”