Sunan Ibn Majah

Sunan Ibn Majah 197

Tentang apa yang diingkari oleh kaum Jahmiyyah (yakni melihat Allah di akhirat, dll.)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏"‏ يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا شَىْءٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَبِيَدِهِ الأُخْرَى الْمِيزَانُ يَرْفَعُ الْقِسْطَ وَيَخْفِضُهُ قَالَ أَرَأَيْتَ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَنْقُصْ مِمَّا فِي يَدَيْهِ شَيْئًا ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa

Nabi bersabda: "Tangan kanan Allah itu penuh, tidak akan pernah berkurang oleh infak yang terus menerus, baik siang maupun malam. Di tangan-Nya yang lain ada neraca yang Dia naikkan dan turunkan. Tahukah kamu apa saja yang telah diinfak Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Dan itu tidak mengurangi sedikit pun apa yang ada di tangan-Nya."