Sunan Ibn Majah
Sunan Ibn Majah 54
Menghindari pendapat dan analogi individual (dalam hal agama)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنِي رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ، وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، عَنِ ابْنِ أَنْعُمٍ، - هُوَ الإِفْرِيقِيُّ - عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " الْعِلْمُ ثَلاَثَةٌ فَمَا وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ "
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr berkata
“Rasulullah ( ﷺ ) bersabda: ‘Ilmu itu didasarkan pada tiga hal, dan lebih dari itu tidak diperlukan lagi: ayat yang jelas, sunnah yang telah ditetapkan, atau hukum-hukum yang dengannya warisan dibagi secara adil.’”