Apa yang diriwayatkan tentang dua rakaat yang duduk setelah Witir Sunan Ibn Majah 1196
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلمـ يُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ. ثُمَّ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ يَقْرَأُ فِيهِمَا وَهُوَ جَالِسٌ. فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ، قَامَ فَرَكَعَ .
Terjemahan
Tidak diragukan bahwa Abu Salamah mengatakan
"Aisyah meriwayatkan kepadaku bahwa Rasulullah (ﷺ) shalat Witir dengan satu Rakah, kemudian dia shalat dua rakaat yang dibacakannya sambil duduk, kemudian ketika dia ingin membungkuk, dia berdiri dan membungkuk."