Mengangkat tangan saat membungkuk, dan saat mengangkat kepala dari membungkuk Sunan Ibn Majah 867

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُعَاذٍ الضَّرِيرُ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، قَالَ قُلْتُلأَنْظُرَنَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ كَيْفَ يُصَلِّي، فَقَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ، فَلَمَّا رَكَعَ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ ‏.‏
Terjemahan
Dikatakan bahwa Wa'il bin Hujr berkata

“Saya berkata, 'Saya akan melihat Sang Pembawa Agung Allah (ﷺ) dan melihat bagaimana dia melakukan shalat. ' Hestood berdiri dan menghadap kiblat, dan mengangkat tangannya sampai sejajar dengan telinganya. Ketika dia membungkuk, dia mengangkat mereka juga, dan ketika dia mengangkat kepalanya dari Ruku, dia mengangkat mereka juga.”