Muwatta Malik

Book 15, Hadith 2

Teks hadis bahasa Arab
قَالَ مَالِكٌ: «وَلَا يَحْمِلُ أَحَدٌ الْمُصْحَفَ بِعِلَاقَتِهِ وَلَا عَلَى وِسَادَةٍ إِلَّا وَهُوَ طَاهِرٌ، وَلَوْ جَازَ ذَلِكَ لَحُمِلَ فِي خَبِيئَتِهِ وَلَمْ يُكْرَهْ ذَلِكَ، لِأَنْ يَكُونَ فِي يَدَيِ الَّذِي يَحْمِلُهُ شَيْءٌ يُدَنِّسُ بِهِ الْمُصْحَفَ. وَلَكِنْ إِنَّمَا كُرِهَ ذَلِكَ لِمَنْ يَحْمِلُهُ وَهُوَ غَيْرُ طَاهِرٍ، إِكْرَامًا لِلْقُرْآنِ وَتَعْظِيمًا لَهُ» قَالَ مَالِكٌ: " أَحْسَنُ مَا سَمِعْتُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ {لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ} [الواقعة: [79 إِنَّمَا هِيَ بِمَنْزِلَةِ هَذِهِ الْآيَةِ، الَّتِي فِي {عَبَسَ وَتَوَلَّى}، قَوْلُ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: {كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ. فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ. فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ. مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ. بِأَيْدِي سَفَرَةٍ. كِرَامٍ بَرَرَةٍ}.
Terjemahan

Malik berkata, "Janganlah seseorang membawa Al-Qur'an dengan talinya, dan tidak pula di atas bantal, kecuali dalam keadaan suci. Seandainya hal itu diperbolehkan, niscaya ia boleh dibawa di dalam bungkusnya dan hal itu tidak dimakruhkan, agar apa yang ada di tangan orang yang membawanya tidak menajiskan Al-Qur'an. Akan tetapi hal itu dimakruhkan bagi orang yang membawanya dalam keadaan tidak suci, sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap Al-Qur'an."

Malik berkata, "Sebaik-baik hal yang pernah kudengar mengenai ayat ini: { Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan } [Al-Waqi'ah: 79] adalah kedudukannya seperti ayat dalam surah { Dia bermuka masam dan berpaling } [Abasa], yaitu firman Allah Ta'ala: { Sekali-kali tidak! Sesungguhnya (ajaran-ajaran) itu adalah suatu peringatan, maka barang siapa yang menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya, di dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti. }"