Muwatta Malik

Book 29, Hadith 102

Teks hadis bahasa Arab
قَالَتْ زَيْنَبُ ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حِينَ تُوُفِّيَ أَخُوهَا فَدَعَتْ بِطِيبٍ فَمَسَّتْ مِنْهُ ثُمَّ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا لِي بِالطِّيبِ حَاجَةٌ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيْتٍ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan

Zainab berkata: Kemudian aku masuk menemui Zainab binti Jahsy, istri Nabi, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, ketika saudaranya wafat. Lalu ia meminta wewangian lalu mengoleskan sebagian darinya, kemudian ia berkata:

“Demi Allah, aku tidak membutuhkan wewangian, hanya saja aku mendengar Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, bersabda: ‘Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir berkabung atas seorang mayit lebih dari tiga malam, kecuali atas suami (maka ia berkabung) empat bulan sepuluh (hari).’”