Muwatta Malik
Book 29, Hadith 106
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، وَسُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّهُمَا كَانَا يَقُولاَنِ فِي الْمَرْأَةِ يُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا إِنَّهَا إِذَا خَشِيَتْ عَلَى بَصَرِهَا مِنْ رَمَدٍ أَوْ شَكْوٍ أَصَابَهَا إِنَّهَا تَكْتَحِلُ وَتَتَدَاوَى بِدَوَاءٍ أَوْ كُحْلٍ وَإِنْ كَانَ فِيهِ طِيبٌ . قَالَ مَالِكٌ وَإِذَا كَانَتِ الضَّرُورَةُ فَإِنَّ دِينَ اللَّهِ يُسْرٌ .
Terjemahan
Salim bin Abdullah dan Sulaiman bin Yasar biasa mengatakan tentang wanita yang suaminya meninggal: jika ia khawatir terhadap penglihatannya karena penyakit mata (ramad) atau keluhan yang menimpanya, maka ia boleh memakai celak dan berobat dengan obat atau celak, meskipun di dalamnya terdapat wangi-wangian.
Malik berkata, 'Dan jika ada kebutuhan darurat, maka agama Allah itu mudah.'